Showing posts with label about me. Show all posts
Showing posts with label about me. Show all posts

12 December 2010

It is true?

0 comments
Kadang gw berfikir, apakah gw meminta terlalu banyak dalam hidup gw? Apakah gw ga pernah mencoba untuk bersyukur sama apa yang udah gw terima di hidup ini? Gw mencoba menjawab pertanyaan diri gw sendiri itu dengan kata TIDAK. Mengapa? Karena gw merasa gw sudah sering sekali bersyukur dengan apa yang gw dapatkan.
Jadi, apa yang terjadi setelah gw bersyukur? Udah? Ga terjadi apa2 lagi? Gw ga dapet apa2 lagi? Cuman ini yang bisa gw dapetin? Gw cuman bisa bersyukur dengan apa yang gw dapetin dan ga boleh minta lebih? Serius? Cuman ini? Ah, gw merasa dunia ini ga adil. Gw merasa sering ga dapet apa yang gw pengen, tapi orang lain yang justru ga berusaha sekeras gw bisa ngedapetin itu semua

Oke, gw merasa sangat bersyukur atas segala yang gw terima di dunia ini. Keluarga yang sangat bahagia, kebutuhan yang bisa tercukupi, dan hal-hal kecil lain yang sangat gw syukuri di dunia ini. gw bersyukur gw termasuk pribadi yang bisa mensyukuri apa yang gw terima, gw bisa melihat berbagai sisi positif yang terjadi dalam kehidupan gw. Tapi terkadang gw merasa kok hidup gw cuman begini? Kok ga ada yang berubah lagi? Kok kayak cuman jalan di tempat? Ya Oke, beberapa saat yang lalu hidup gw sedikit berubah sih, tapi ya cuman sedikit. Gw bersyukur banget, tapi yaa kok cuman segitu ya perubahan di hidup gw?

Bisa dibilang gw cukup bahagia dengan keadaan lingkungan sekitar gw, temen2 gw maksudnya, ya dunia kampus dan dunia sosial gw lah. Ada yang bilang: Tuh kan banyak yang sayang sama lo.. tapi terkadang gw melihat hal itu sebagai hal yang negatif. Orang yang menyemangati gw mungkin aja cuman pura2, atau sekedar basa basi doang. Ya, gw tau pikiran ini jelek banget. Tapi mau gimana lagi, gw merasakan seperti itu.

Hmm.. oke, mungkin tulisan gw di atas terlalu berbelit-belit dan malah susah dimengerti. Gini deh, ini beberapa kejadian yang terjadi dalam hidup gw yang gw pertanyakan:
  • Di semester 6 gw akan masuk ke salah satu peminatan psikologi yaitu psikologi pendidikan. Gw terpisah dengan temen2 gw yang lain, yang memilih klinis dan industri. Gw tidak mempermasalahkan pemilihan ini, karena ya semua orang memang punya pilihan dan jalannya masing-masing. Tapi yang gw pertanyakan, apakah mereka mendukung gw memilih peminatan ini? Gw merasa pilihan peminatan yang gw pilih ini sangat dipandang sebelah mata oleh orang lain, termasuk temen2 gw. Simpel bukan? Memang. Sebenernya gw ga butuh mereka masuk ke pilihan peminatan gw, gw cuman butuh mereka mendukung dan tidak memandang sebelah mata pilihan peminatan gw ini. Cuma itu kok. Cuman itu yang gw butuhkan supaya gw merasa tenang menjalani hidup di semester 6 nantinya. Karena gw termasuk tipe orang yang sangat butuh kekuatan dari orang sekitar untuk menjalani kehidupan gw.
  • Gw merasa gw ini adalah seseorang yang selalu saja mencari. Sedikit banyak gw merasakan itu. Gw merasa gw sangat membutuhkan orang lain. dan gw merasa gw tidak terlalu penting bagi orang lain sehingga mereka jarang mencari gw. Gw pengen jadi orang yang dicari, gw pengen jadi orang yang dibutuhkan banyak orang.
    Apa yang salah dari orang yang mencari? Toh, tanpa gw sadari memang semua orang di dunia ini pasti mencari, mencari kebahagiaan, mencari tujuan. Tapi yang gw benci adalah gw seorang pencari yang jarang mendapat. Rasanya butuh seribu kilometer bagi gw untuk mendapat suatu hal, sedangkan bagi orang lain hal itu bisa diraih dengan mudah, hanya dengan melewati 10 kilometer.
Yaaa..mungkin gw belum berusaha dengan maksimal sehingga gw belum mendapatkan apa yang gw pengen. Tapi jujur, kadang gw lelah kalo harus begini terus. harus sendirian. Terima kasih buat orang-orang yang menilai gw sebagai pribadi yang mandiri, kuat, dan tegar. Tapi maaf, rasa2nya orang itu belom mengenal gw. Gw seperti kalian kok, butuh orang lain untuk menguatkan, ga sanggup kalo harus ngejalanin ini sendirian. Oke, memang semua yang terjadi ini proses, butuh waktu memang. Tapi sampe kapan gw harus begini terus?

20 November 2010

Sensitifitas Sebuah Panca Indera

0 comments
memejamkan mata membuat indera kita yang lain menjadi lebih sensitif

Sebenernya ini pemikiran random aja sih dari gw. Tadi sebelum misa dimulai, gw memejamkan mata sebentar lalu terdengar suara2, ternyata pembicaraan dari orang yang duduk
di belakang gw. Bukan maksud untuk menguping pembicaraan mereka, cuman ini kejadian tidak disengaja aja. Karna baru beres kelas kontes, sambil nunggu misa mulai, gw memejamkan mata, sekedar ingin menghilangkan rasa lelah *ga maksud untuk tidur. Ternyata saat gw memejamkan mata, pembicaraan orang2 di belakang gw terdengar lebih jelas, daripada saat gw membuka mata. Kenapa ya? Mungkin ga sih ada teori yang bisa ngejelasin itu? teori biologi mungkin? atau itu cuman perasaan gw doang? atau memang saat gw membuka mata, orang2 di belakang gw mengecilkan volume suara mereka? Atau ini dipengaruhi oleh kenyataan kalo gw termasuk orang yang auditori?

Dari pemikiran random gw itu, sebenernya jadi ada sedikit pemikiran iseng sih. Menurut gw, saat lo membuka mata, konsentrasi lo akan lebih tersita dengan penglihatan, daripada indera-indera yang lain. Gw pribadi sih merasa ini bener banget. Saat gw memejamkan mata, gw jadi bisa lebih menyimak dan mengerti apa yang dibicariin orang. Karena apabila gw menyimak sambil membuka mata, konsentrasi gw akan l
ebih terpusat di mata dan lebih tergoda untuk melihat-lihat daripada mendengarkan baik2. Bagi gw, memejamkan mata adalah cara terbaik untuk membantu gw lebih berkonsentrasi dalam berpikir.


Performa indera apapun akan lebih maksimal saat indera penglihatan dibatasi peranannya. Saat mencicipi makanan dan menghirup aroma masakan, tidak sedikit orang yang memejamkan matanya sehingga mereka bisa merasakan rasa sebenarnya dari makanan itu. Terkadang orang yang ingin berbicara di depan umum atau dalam keadaan apapun memejamkan matanya sekejap untuk mengingat-ingat apa yang akan dikatakan. Saat orang mendengar sebuah lagu, terkadang mereka memejamkan mata agar lebih bisa merasakan emosi yang dikeluarkan oleh lagu tersebut.

14 September 2010

#bookquotes

0 comments
Memang menyakitkan,
segimana besarnya masalah kita, orang-orang lain akan tetap berjalan maju.
Tidak ada yang memahami.

Walaupun ketika kita cerita, mereka pasti akan bilang,”Gue tau apa rasanya.”
Tapi mereka tidak benar-benar tahu. Karena mereka tidak di dalam posisi kita. TIDAK.

Orang-orang lain akan tetap memperlakukan kita seperti biasa. Tanpa tahu apa yang kita jalani. Tanpa tahu apa yang kita alami. Sebesar apapun badai yang ada di hati kita saat ini.


The world will keep moving, and I’ll keep on standing.

(Raditya Dika, 2006)


Salah satu quote dari buku Raditya Dika, Cinta Brontosaurus. For more post, please visit my tumblr http://heartschoice.tumblr.com/
Thanks. :)

10 August 2010

Dan Bila

0 comments
Menurut gw, hal paling menyedihkan yang pernah gw alami adalah ketidaktahuan akan apa yang dirasakan. Yeah, itu yang terjadi sama gw sekarang..

Harusnya liburan bisa jadi waktu refreshing diri sehingga waktu gw masuk kuliah otak gw udah fresh dan siap menerima berbagai hal baru. Tapi itu tidak terjadi pada gw saat ini. Entah darimana datangnya perasaan itu, tiba-tiba malam ini gw memutar lagu Soulvibe berjudul "Dan Bila" lalu tak sadar gw nangis. Alangkah kagetnya diri gw saat itu. Kenapa? Karena gw ga tau jelas apa yang gw tangisi. Sambil denger lagu ini, gw merewind berbagai kejadian yang ada di fikiran gw. Dan gw sadari tangisan ini adalah sebuah akumulasi dari berbagai tekanan yang gw hadapi, tuntutan dari luar dan dari dalam diri gw sendiri. Gw memiliki berbagai rencana di semester 5 ini yang entah bagaimana gw mewujudkannya. Gw punya hal kecil yang memang gw pendam dari dulu dan belum gw selesaikan serta gw menargetkan hal itu selesai sebelum gw berumur 20 tahun. *sigh. Dan yang terakhir gw merasa ada yang aneh dalam diri gw. Gw merasa gw berubah. Entah apakah hanya perasaan gw saja atau memang begitu adanya. Gw merasa jauh sama teman-teman gw. Gw ga tau kenapa gw merasa seperti itu.

Mungkin ini adalah sebuah akumulasi berbagai masalah yang belum gw selesaikan. Mungkin ini akibat dari gw yang hanya memendamnya sendiri, tanpa bercerita pada orang lain. Gw takut kalo harus menceritakan itu semua, takut orang lain berfikir bahwa masalah ini terlalu sepele untuk dipikirkan. Gw takut orang lain berfikir kalo gw lemah. Ya, itu yang paling gw takutkan. Jujur aja, gw lelah kalo harus menghadapi ini sendirian. Tapi gw ga tau harus berkata apa dan dengan siapa.. :(

Dimanakah cinta yang dulu ada,
apakah kau berubah atau hanya yang kurasa?
Haruskah kita terus bertahan,
bersandar pada waktu untuk memutuskan semua

Dan Bila, ini kan menjadi nyata
Bila memang cinta tak lagi sama,
semua berbeda antara kita berdua
Haruskah ini kan menjadi nyata,
bila memang cinta tak lagi sama,
lelah ku mencoba
Haruskah ku bertahan?
Lelah aku bertahan lagi

Tak ingin semua berakhir,semua yang kita lewati
Akhir yang bahagia, sudah lupakan saja
Mungkinkah kita akan bertahan?

Dan Bila, ini kan menjadi nyata
Bila memang cinta tak lagi sama
semua berbeda antara kita berdua
Haruskah ini kan menjadi nyata,
bila memang cinta tak lagi sama,
lelah ku mencoba

Haruskah ku bertahan?
Lelah aku bertahan
Namun, ingin ku bertahan lagi

Soulvibe-Dan Bila
Kembali lagi ke pernyataan gw di kalimat awal, gw ga tau apa yang gw rasain dan apa korelasi lagu ini secara jelas dengan masalah gw. Kalo dilihat sih, lgu ini tentang orang yang harus putus. Sedangkan gw.. apa yang gw rasain aja gw ga tau. Tapi yang pasti, lagu ini udah bikin gw nangis dan merenungi berbagai hal dan masalah yang gw hadapi.

11 June 2010

Biru

0 comments
Mohon Tuhan, untuk kali ini saja
beri aku kesempatan untuk menatap matanya..

-Sheila on 7-

Dini duduk di sebuah kursi sambil sesekali menatap jam tangannya. Hari ini ia begitu gugup. Sejak kemarin malam ia begitu gelisah memikirkan apa yang akan terjadi hari ini.

Kemarin ia menghubungi seseorang. Ia membuat janji dengan orang tersebut unutk bertemu pukul 17.30 di sini, tempat ia pertama kali berkenalan dengan orang tersebut. Sengaja Dini memilih sore hari sebagai waktu pertemuannya, ia tidak ingin banyak orang melihatnya.

Sepanjang di kelas tadi, ia tidak mampu konsentrasi penuh memperhatikan dosen. Ia terus menerus memikirkan pertemuan ini. Apakah yang ditunggunya akan hadir? Apa reaksi pertama orang tersebut saat bertemu dengannya? Hal ini meresahkan Dini karena orang yang diajaknya bertemu itu hanya membalas sms-nya dengan sebuah pernyataan singkat : Oke. Dini takut apa yang terjadi nanti di luar pemikirannya.

Sudah pukul 17. 28, berarti sebentar lagi ia mungkin tiba. Sambil menunggu, Dini menatap bungkusan biru di depannya, terus memikirkan apa yang ia akan katakan nanti. Ia telah menunggu di sini sejak pukul 17.10. Teman-temannya sudah pulang, dan jujur saja tidak ada seorang temannya pun yang tahu akan rencana ini. Ia berencana menceritakan hal ini kepada teman-temannya setelah ia pulang nanti. Entah pikiran segila ini ia dapat darimana. Kalau diingat-ingat, rasanya Dini tidak pernah senekat ini dalam bertindak. Ia biasa bermain di zona amannya.

Lamunannya seketika buyar ketika seseorang mendekatinya lalu duduk di depannya. Yang ditunggunya kini telah datang. Dini sedikit terkejut dengan kedatangan orang tersebut. Orang itu mengenakan kaos biru serta jaket berwarna senada dan juga tas punggung yang kini diletakkan di sebelahnya.

"Hai.." sapa lelaki itu, ramah

"H-h-hai.." Dini membalas sapaanya dengan agak gugup

Situasinya canggung. Entah mengapa. mungkin Dini yang terlalu gugup. Sebaliknya, lelaki itu terlihat santai walau wajahnya terlihat lelah mungkin karena ia baru selesai bekerja. Dini masih terdiam dan menunduk tak berani menatap mata sang lelaki. Namun, ia berusaha keras menguatkan hati untuk berbicara dan menatap mata sang lelaki.

"Ada apa ngajak ketemuan di sini? Tumben.." lelaki itu bertanya kepada Dini.

"Hehe.. lo lagi sibuk ya?" Dini berbasa-basi untuk menghilangkan kegugupannya

"Yaaa..begitulah. Lagi dikejar deadline.. hehe"

"Oh gitu.." setelah mengatakan itu Dini bingung, apa lagi yang akan ia ucapkan

"Ya, jadi ada apa ngajak gw ketemuan di sini?" lelaki itu mulai serius bertanya

"Mmmm.. gw..." Dini tidak sanggup berbicara kata-kata yang telah ia rangkai tadi. seketika pikirannya kosong, tak sanggup merangkai kata-kata lagi.

"Ya?" lelaki itu menampakkan wajah bingung namun terlihat ia masih dengan sabar menunggu kata-kata apa yang akan muncul dari mulut Dini.

"Gw mau ngomong sesuatu sama lo" akhirnya Dini mulai berbicara

"Tentang?" lelaki itu mengerutkan keningnya, bingung.

"Tentang apa yang selama ini gw rasain.."

-to be continued-

31 May 2010

untuk sahabat

0 comments
Kita pernah ada di satu masa bersama
Walau kini tak sama,
jangan lupakan indahnya

Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga
Asalkan terus kau simpan dalam sudut jiwa
ku kan dapat merasakannya

Masih slalu ada cerita lama dan tawa,
Masih tersimpan juga,
sedih saat kau tak ada

Ingat dan teruslah kau kenang-kenang semua
Kata-kata tak perlu kau ucapkan juga
Asalkan terus kau simpan dalam sudut jiwa
ku kan slalu merasakannya
-Monita, 2010-
Lagu ini gw dedikasikan buat temen-temen SMA gw. Gw amat sangat merindukan mereka. Karna udah pisah tempat kuliah, kami jadi jarang ketemuan. Tapi jujur aja, sesibuk apapun gw, gw selalu inget mereka. Mereka yang selalu ngertiin gw. Mereka yang bisa menghadapi gimana sifat moody gw. Mereka yang melengkapi kekurangan gw. Mereka yang mengajak gw bermimpi untuk membuat Rumah Sakit bersama. Dan itu bukan hanya sekedar mimpi, kami semua akan mewujudkan mimpi itu. Love u all guys!

my bestfriend : Shinta, Jessi, Monik, Limun, Nita, Olin, and all science 3.. :D

20 April 2010

piece of me

0 comments
Udah hampir 2 tahun gw kuliah di psikologi..banyak hal baru dan banyak perubahan yang terjadi ama diri gw dan lingkungan sekitar gw.. Mulai dari hidup nge-kos di jakarta sampe cara belajar gw..
Dunia perkuliahan dengan berbagai peraturan serta lingkungan baru membuat gw mau tidak mau dan suka tidak suka harus beradaptasi. Salah satu perubahan yang belakangan ini membuat gw jenuh adalah segambreng tugas yang dikasih dosen. Hampir tiap dosen ngasi tugas dan deadline bersamaan. hal ini bikin gw harus sangat pintar2 mengatur waktu, mulai dari waktu belajar dan juga waktu santai-santai. *hufh.. -___-'
Hal lain yang berubah adalah metode pengerjaan tugas yang semakin lama semakin banyak yang harus dikerjakan berkelompok. dan terima kasih Tuhan gw dikelilingi teman2 baik yang bisa gw ajak bikin tugas bareng. Tapi, gw merasa belakangan ini gw merasa jenuh dengan metode ini. Gw merasa kualitas gw menurun. Yeah, gw tau sih kalo psikologi adalah ilmu sosial yang akan selalu berhubungan dengan orang lain, tapi gw jadi merasa ga punya apa2 dengan cara seperti ini. Selain itu, gw adalah tipikal orang yang kurang bisa (bukannya ga bisa sama sekali) mempercayai orang lain, dalam hal apapun. Gw harus mengerjakannya sendiri, harus melihat segala sesuatunya sendiri, harus membaca sendiri. Gw bukan ga percaya sama temen2 gw, tapi gw merasa ada yang kurang saat gw harus menyerahkan suatu hal sama orang lain. Rasanya ada yang kurang. rasanya ga ada kepuasan.
Singkat kata, gw sangat merindukan mengerjakan sesuatu sendiri saja. ya, sendiri. karna dengan mengerjakan hal itu sendiri, gw akan berusaha keras. gw harus bisa mempertanggungjawabkan apa yang gw kerjakan. dan nanti hasil yang gw raih, itu yang akan gw rasakan,entah kecewa atau puas.tapi ya rasa kecewa dan puas itu pure datangnya dari diri sendiri.

Ada bagian hidup gw yang lain, yang mungkin berkebalikan dengan pemikiran gw di atas. gw butuh seseorang. bukan untuk mengerjakan tugas. seseorang yang lebih daripada sekedar teman ataupun sahabat. gw bisa bercerita dengan sahabat, tp ada satu waktu dimana gw butuh orang lain yang bisa lebih mengerti gw dan bisa jadi tempat gw bercerita hal-hal yang ga bisa gw ceritain ke sahabat gw. seseorang yang bisa membantu gw menghadapi tekanan-tekanan di kampus. yang mau mengerti gw dan dimengerti oleh gw.
Gw membaca status seseorang pagi ini yang bunyinya :this life always told me to not count too much on the other. But I'm getting tired doing all things by myself. *buat yang merasa ini adalah statusnya, gw minta maaf karna ga minta ijin dulu. Berdasarkan pemikiran gw yang tadi, gw ga bisa berharap sama orang lain. karena setiap orang punya harapan/pemikiran/tujuan yang berbeda-beda. dan itu ga bisa gw kontrol sepenuhnya agar tercipta kebahagiaan buat gw.*itu egois sekali. Maka dari itulah, gw kurang bisa percaya sama orang lain. gw takut akan menjadi kecewa karena menggantungkan hidupnya sama orang lain. Tapi di lain sisi, gw butuh seseorang yang mau mengerti gw sepenuhnya. karna gw lelah ngejalanin hidup gw yang cukup berat ini, sendirian.

23 March 2010

Love ur Life!

0 comments
Mungkin perumpamaan tentang "Rumput tetangga selalu lebih hijau" udah familiar di kuping dan pemikiran orang banyak.. Jujur gw merasa memang perumpamaan itu ada dalam pikiran gw.. Gw sering banget merasa "kok hidup gw gini ya??" "Ih, enak banget jadi dia..bisa begini, begitu..punya ini, itu" "Duh, coba gw kayak dia..coba gw begini, coba gw begitu".. Sering banget orang2 berpikiran sperti ini.. Ngebandingin hidup sendiri sama hidup orang lain..

Pemikiran gw mengenai perumpamaan ini sedikit berubah karena kejadian kemarin sore..
Gw punya rambut yang terbilang bergelombang..gak lurus..ini karena gen bokap yang rambutnya keriting disatukan dengan gen nyokap yang berambut lurus.. Jadilah gw dengan rambut agak berombak ini.. dan gw seriiiing banget yang namanya ngeluh.. "duh, kok rambut gw gini amat sih??", "kok rambut gw ga lurus aja gitu", "kok rambut dia bagus banget ya?? lurus sih, ga kayak rambut gw.. " Dan gw pun selalu memilih potongan rambut pendek, karna kalo dipanjangin rambut gw jadi ngembang ga jelas.. Grrr...
Sampai pada sore kemaren, dua temen gw bilang kalo mereka suka sama rambut gw..mereka pengen rambutnya kayak rambut gw.. *salah satu rambut temen gw itu panjang dan lurus..ya sesuai keinginan gw lah.. Dari situ gw sadar ternyata rambut gw ga seburuk itu kok..ga ada salahnya dengan punya rambut gak lurus.. kalo ditata dengan rapi, disisir dan dirawat pasti rambut gw bisa bagus tanpa harus menjadi lurus.. *gw tau nih kenapa gw punya pikiran kayak gini, pasti gr2 iklan di TV yang isinya cewek2 dengan rambut lurus semua.. >,<

Gw dapet satu poin buat diri gw dari pemikiran di atas.. Kita seringkali merasa iri dan gak puas sama apa yang qta dapet.. Kita berharap memiliki hal yang dimiliki orang lain.. Karna dengan memiliki milik orang lain, kita merasa akan dapet sesuatu yang lebih dari apa yang kita miliki sekarang.. Padahal itu belum tentu, belum pasti, masih tentatif..masih banyak hal lain yang punya pengaruh di kehidupan kita.. Percaya deh, apa yang kita miliki, apa yang ada di sekitar kia, gimana keadaan di sekitar kita, siapa orangtua dan saudara kita, siapa teman kita..itu semua udah diatur sama Tuhan, semua ini udah jadi rencana-Nya, dan selalu ada maksud di balik semuanya..
Semua orang, semua kejadian ada sisi positif dan negatifnya, sekarang tinggal bagaimana kita menyatukan positif dan negatif itu supaya jadi seimbang.. Iri sama kehidupan dan membanding2kan keadaan cuma bikin cape hati.. :)

So, love ur life!

9 March 2010

Deal!

0 comments
Hmm.. gw tertarik dengan pembicaraan dosen gw tadi pagi *yang aneh bin ajaib itu, mulai dari dia lupa kalo harus ngajar sampe penyimpangan matkul yang diberikan..Lha masa kuliah metode kualitatif ngomongin tentang kebenaran yang mutlak??
Tapi justru di situ gw jadi kepikiran.. Mengutip kata2 dosen gw tadi : ga ada yang namanya kebenaran yang mutlak di dunia ini,.yang ada adalah sebuah kesepakatan,misalnya 1 + 1 =2 --> kok bisa? atau pun hal2 lain yang tercipta dari sebuah kesepakatan..

Gw berpikir mirip2 sih,.tentang sebuah kesepakatan., buat gw, apa yang kita anggap bener, kita anggap membahagiakan, apa yang kita anggap bikin sedih, itu semua berdasar padakesepakatan kita dengan diri sendiri atau lingkungan. Misalnya : kita bahagia punya temen2 yang selalu ada di sekitar kita, sebenernya perasaan bahagia itu datang setelah kita membuat kesepakatan dengan diri sendiri dan teman2 kita,.kita sepakat bahwa kebahagiaan akan muncul kalo gw seperti ini, kalo temen2 gw memperlakukan gw seperti ini.. Mungkin aja sebenernya kita ga cukup bahagia dengan semua ini,.tapi kita mencoba menyepakati keinginan dengan apa yang kita dapat, kita mencoba deal dengan keadaan ini, kita berusaha menerima, bersyukur dengan yang kita dapat.. Dengan membuat kesepakatan ini, kita jadi orang yang ga selalu menuntut lebih, selalu bersyukur dan mencoba deal dengan dunia ini..

gw sedang mencoba untuk memahami dan mengaplikasikan pemikiran ini.. melihat kehidupan gw yang masih banyak kurangnya, gw selalu mencoba untuk deal dengan keadaan dan selalu bersyukur tapi ga lupa untuk selalu berusaha mencapai suatu yang lebih, yang memang seharusnya kita perjuangkan di dunia ini..


8 February 2010

my bad mood :(

0 comments
Masih di bulan yang sama... Februari.. **hmm.. atau Febuari? entahlah... suka2 masing2 orang..
Masih dengan diri gw yang amat sangat moody.. *kadang gw sebel sama sifat gw yang satu ini..
Waktu malem minggu tiba2 aja mood gw drophanya karna terlewat sesuatu hal.. dalam sekejap mood gw yang waktu itu biasa2 saja itu berubah jadi bad mood yang hampir bikin gw nangis.. dan setelah gw sadari ternyata apa yang terlewatkan itu ga penting2 amat, agak lebay sih memang gw..tapi mungkin gak ke-lebay-an gw itu berhubungan dengan sifat moody gw ini??

Yah.. inilah gw.. moody... itu cukup ngegambarin siapa gw dan bagaimana hidup gw. Temen2 sekitar gw pun ngerasain itu.. Mereka suka pusing sendiri ngeliat gw yang bisa menggila sampe kayak orang ga tau malu **dan yang mereka bilang cuman,"Behave dong.." haha.. tapi bisa aja sedetik kemudian gw diem.. ntah dengan berbagai hal,.misalnya gw tiba2 bengong sendiri trus merasa kesepian.. atau karna ada adu argumen yang males gw serang balik..**karna kalo gw serang balik, yang ada gw malah dicap sebagai orang yang kasar, karena (lagi) gw tidak pintar bermain kata2, jadi kadang omongan gw akan sangat nyakitin..daripada nyakitin mending gw diem aja lah..

Moody..entah dari mana asalnya gw menjadi orang yang moody seperti ini.. Yang pasti sejak SMA udah kayak gini..
Gw ga ngerti apakah sifat moody gw ini harus diubah atau dibiarin gitu aja.. Kalo diubah,gw ga tau cara ngubahnya dan mungkin akan membuat gw menjadi diri orang lain, bukan menjadi diri gw sendiri.. Kalo ga diubah, sifat ini suka bikin gw depresi sendiri., nyusahin temen2 gw yang ga bisa nebak apa yang gw mau, dan ga menutup kemungkinan gw susah beradaptasi dengan lingkungan baru, ataupun orang baru..

21 October 2009

....

0 comments
Gw adalah seorang yang suka segala sesuatunya terstruktur..gw selalu menyusun apa yang harus gw lakukan, sama siapa, dimana, jamnya kapan, berapa lama, dan lainnya..
Sebenernya kebiasaan gw yang satu ini memang cukup bagus, gw jadi lebih teratur..Tapi kebiasaan gw yang satu ini ada jeleknya juga..

Pertama, gw gampang stress.,misalnya ada rencana gw yang ga kesampaian, otomatis itu ngaruh ke kegiatan gw yang lain dan akan sangat mempengaruhi mood gw..gw jadi BT karna rencana tidak berjalan lancar, dan gw jadi sering merasa kecewa sendiri.. Malahan kegiatan gw yang laennya malah jadi tambah kacau, padahal kalo gw berpikir lebih luas dan terbuka, akan ada jalan penyelesaian yang mungkin lebih baik dari rencana gw..


Kedua, hidup gw sedikit banyak jadi monoton.. apa yang terjadi ama hidup gw semuanya udah terjadwal sama gw, otomatis apa yang terjadi itu sedikit banyak udah ada skemanya di otak gw.. Ga ada kejutan2 dalam hidup gw, ga ada sesuatu yang beda dari hidup gw.. **gw jadi inget, dulu gw sering banget di sekolah ditanyain apa moment terbaik dalam hidup gw, dan gw bingung jawabnya,.hidup gw biasa2 aja dikarenakan apa yang terjadi ama gw ya yang itu2 aja.. **di saat temen2 gw cerita tentang hidupnya, gw bingung gw harus cerita apa.,karena gw ga pernah ngalamin sesuatu yang waahh banget, ga ada yang patut diceritain dari hidup gw yang flat ini.. ='(


Well, dengan nulis ini gw jadi sadar dua hal,
Pertama,gw harus mulai melonggarkan rencana2 yang gw susun, karna sedikit banyak rencana yang gw susun itu berhubungan dengan orang lain, dan belum tentu orang lain bisa memenuhi rencana2 gw, karna mereka juga punya kehidupan sendiri..Kalo gw terlalu memaksakan rencana2 gw itu, yang ada akan terlalu banyak rasa kecewa yang bikin cape diri gw sendiri.. *sigh.. =(

Kedua,hidup gw terlalu terencana, gw selalu membuat skema apa saja yang akan gw lakukan, otomatis hidup gw flat2 aja..Hidup gw yang terencana ini bisa juga dikarenakan gw yang terlalu takut ambil resiko..jujur aja, gw adalah tipikal orang penakut, takut memulai sesuatu apalagi.. Gw termasuk orang yang ga pernah mencoba hal baru yang hasilnya ga bisa gw ketahui dengan pasti,. gw cenderung untuk cari tau apakah yang akan gw lakukan itu membawa hasil baik atau buruk,.kalo di otak gw udah terbentuk persepsi nantinya hal itu membawa dampak buruk, ya gw ga akan ngelakuinnya.. Gw ngambil jalan aman supaya hidup gw ga mengalami resiko2 yang takutnya gw ga bisa berjuang ngelawannya.. Dengan nyusun apa2 aja yang harus gw lakukan, gw jadi bisa siap2 menghadapi hal2 buruk yang mungkin terjadi..
Tapi, gw tau kalo gw ga ngalamin hal2 buruk itu, hidup gw ga akan berwarna, ga berkembang..

Jadi, semua pilihannya ada di tangan gw, apakah gw memilih untuk bermain di jalur aman yang bikin hidup gw flat, atau gw memilih jalur yang agak sedikit berbahaya, dimana gw bisa nemuin berbaga warna dalam hidup gw yang bikin hidup gw lebih bervariasi dengan segala kejutan2 yang ada..


UTS akhirnya berakhir jugaaaa.... hufh... bisa santai juga akhirnya...
Hmm..sebenernya posting-an gw yang ini udah ada di otak gw cukup lama..cuman mood buat nulis belom ada aja..

About me

My photo
Bogor, Indonesia
selamat menikmati tulisan-tulisan gw! Tips: istirahatkan sejenak kognitif kalian dan kalian akan dapat menikmati tulisan-tulisan di blog ini hanya dengan afektif kalian. Regards, ms. cloudy-sky. :)

Followers

Powered by Blogger.
 

cloudysky Design by Insight © 2009