12 December 2010

It is true?

0 comments
Kadang gw berfikir, apakah gw meminta terlalu banyak dalam hidup gw? Apakah gw ga pernah mencoba untuk bersyukur sama apa yang udah gw terima di hidup ini? Gw mencoba menjawab pertanyaan diri gw sendiri itu dengan kata TIDAK. Mengapa? Karena gw merasa gw sudah sering sekali bersyukur dengan apa yang gw dapatkan.
Jadi, apa yang terjadi setelah gw bersyukur? Udah? Ga terjadi apa2 lagi? Gw ga dapet apa2 lagi? Cuman ini yang bisa gw dapetin? Gw cuman bisa bersyukur dengan apa yang gw dapetin dan ga boleh minta lebih? Serius? Cuman ini? Ah, gw merasa dunia ini ga adil. Gw merasa sering ga dapet apa yang gw pengen, tapi orang lain yang justru ga berusaha sekeras gw bisa ngedapetin itu semua

Oke, gw merasa sangat bersyukur atas segala yang gw terima di dunia ini. Keluarga yang sangat bahagia, kebutuhan yang bisa tercukupi, dan hal-hal kecil lain yang sangat gw syukuri di dunia ini. gw bersyukur gw termasuk pribadi yang bisa mensyukuri apa yang gw terima, gw bisa melihat berbagai sisi positif yang terjadi dalam kehidupan gw. Tapi terkadang gw merasa kok hidup gw cuman begini? Kok ga ada yang berubah lagi? Kok kayak cuman jalan di tempat? Ya Oke, beberapa saat yang lalu hidup gw sedikit berubah sih, tapi ya cuman sedikit. Gw bersyukur banget, tapi yaa kok cuman segitu ya perubahan di hidup gw?

Bisa dibilang gw cukup bahagia dengan keadaan lingkungan sekitar gw, temen2 gw maksudnya, ya dunia kampus dan dunia sosial gw lah. Ada yang bilang: Tuh kan banyak yang sayang sama lo.. tapi terkadang gw melihat hal itu sebagai hal yang negatif. Orang yang menyemangati gw mungkin aja cuman pura2, atau sekedar basa basi doang. Ya, gw tau pikiran ini jelek banget. Tapi mau gimana lagi, gw merasakan seperti itu.

Hmm.. oke, mungkin tulisan gw di atas terlalu berbelit-belit dan malah susah dimengerti. Gini deh, ini beberapa kejadian yang terjadi dalam hidup gw yang gw pertanyakan:
  • Di semester 6 gw akan masuk ke salah satu peminatan psikologi yaitu psikologi pendidikan. Gw terpisah dengan temen2 gw yang lain, yang memilih klinis dan industri. Gw tidak mempermasalahkan pemilihan ini, karena ya semua orang memang punya pilihan dan jalannya masing-masing. Tapi yang gw pertanyakan, apakah mereka mendukung gw memilih peminatan ini? Gw merasa pilihan peminatan yang gw pilih ini sangat dipandang sebelah mata oleh orang lain, termasuk temen2 gw. Simpel bukan? Memang. Sebenernya gw ga butuh mereka masuk ke pilihan peminatan gw, gw cuman butuh mereka mendukung dan tidak memandang sebelah mata pilihan peminatan gw ini. Cuma itu kok. Cuman itu yang gw butuhkan supaya gw merasa tenang menjalani hidup di semester 6 nantinya. Karena gw termasuk tipe orang yang sangat butuh kekuatan dari orang sekitar untuk menjalani kehidupan gw.
  • Gw merasa gw ini adalah seseorang yang selalu saja mencari. Sedikit banyak gw merasakan itu. Gw merasa gw sangat membutuhkan orang lain. dan gw merasa gw tidak terlalu penting bagi orang lain sehingga mereka jarang mencari gw. Gw pengen jadi orang yang dicari, gw pengen jadi orang yang dibutuhkan banyak orang.
    Apa yang salah dari orang yang mencari? Toh, tanpa gw sadari memang semua orang di dunia ini pasti mencari, mencari kebahagiaan, mencari tujuan. Tapi yang gw benci adalah gw seorang pencari yang jarang mendapat. Rasanya butuh seribu kilometer bagi gw untuk mendapat suatu hal, sedangkan bagi orang lain hal itu bisa diraih dengan mudah, hanya dengan melewati 10 kilometer.
Yaaa..mungkin gw belum berusaha dengan maksimal sehingga gw belum mendapatkan apa yang gw pengen. Tapi jujur, kadang gw lelah kalo harus begini terus. harus sendirian. Terima kasih buat orang-orang yang menilai gw sebagai pribadi yang mandiri, kuat, dan tegar. Tapi maaf, rasa2nya orang itu belom mengenal gw. Gw seperti kalian kok, butuh orang lain untuk menguatkan, ga sanggup kalo harus ngejalanin ini sendirian. Oke, memang semua yang terjadi ini proses, butuh waktu memang. Tapi sampe kapan gw harus begini terus?

22 November 2010

Pulang

0 comments
Musim kini berlalu berbagai cerita merayu
Berpijak di malam yang bertalu
masihku memikirkan dirimu

Ku rasakan waktu berlalu tanpa senyummu
Sepi yang tlah penuhi hariku

Hari ini sayang, aku akan pulang
berlabuh di dekap cintamu
Karna pelukmu akan slalu membuat diriku jatuh cinta

Dalam riuh suasana menyapa kian menggoda memanja
Semua itu tak akan berarti selama ku jauh dari dirimu

Ku angankan waktu berlalu dengan senyumu
Sepi yang tak penuhi hariku

Hari ini sayang, aku akan pulang
berlabuh di dekap cintamu
karna pelukmu akan slalu membuat diriku jatuh cinta

Pernahkah kau merasa berdiri di tempat yang sama
seperti saat ini ku ada
rindukan nyaman, ku ingin segera pulang

Hari ini sayang, aku akan pulang
berlabuh di dekap cintamu
karena pelukmu akan selalu membuat diriku jatuh cinta

(Andien, 2010)

20 November 2010

Sensitifitas Sebuah Panca Indera

0 comments
memejamkan mata membuat indera kita yang lain menjadi lebih sensitif

Sebenernya ini pemikiran random aja sih dari gw. Tadi sebelum misa dimulai, gw memejamkan mata sebentar lalu terdengar suara2, ternyata pembicaraan dari orang yang duduk
di belakang gw. Bukan maksud untuk menguping pembicaraan mereka, cuman ini kejadian tidak disengaja aja. Karna baru beres kelas kontes, sambil nunggu misa mulai, gw memejamkan mata, sekedar ingin menghilangkan rasa lelah *ga maksud untuk tidur. Ternyata saat gw memejamkan mata, pembicaraan orang2 di belakang gw terdengar lebih jelas, daripada saat gw membuka mata. Kenapa ya? Mungkin ga sih ada teori yang bisa ngejelasin itu? teori biologi mungkin? atau itu cuman perasaan gw doang? atau memang saat gw membuka mata, orang2 di belakang gw mengecilkan volume suara mereka? Atau ini dipengaruhi oleh kenyataan kalo gw termasuk orang yang auditori?

Dari pemikiran random gw itu, sebenernya jadi ada sedikit pemikiran iseng sih. Menurut gw, saat lo membuka mata, konsentrasi lo akan lebih tersita dengan penglihatan, daripada indera-indera yang lain. Gw pribadi sih merasa ini bener banget. Saat gw memejamkan mata, gw jadi bisa lebih menyimak dan mengerti apa yang dibicariin orang. Karena apabila gw menyimak sambil membuka mata, konsentrasi gw akan l
ebih terpusat di mata dan lebih tergoda untuk melihat-lihat daripada mendengarkan baik2. Bagi gw, memejamkan mata adalah cara terbaik untuk membantu gw lebih berkonsentrasi dalam berpikir.


Performa indera apapun akan lebih maksimal saat indera penglihatan dibatasi peranannya. Saat mencicipi makanan dan menghirup aroma masakan, tidak sedikit orang yang memejamkan matanya sehingga mereka bisa merasakan rasa sebenarnya dari makanan itu. Terkadang orang yang ingin berbicara di depan umum atau dalam keadaan apapun memejamkan matanya sekejap untuk mengingat-ingat apa yang akan dikatakan. Saat orang mendengar sebuah lagu, terkadang mereka memejamkan mata agar lebih bisa merasakan emosi yang dikeluarkan oleh lagu tersebut.

16 November 2010

GoodBye, huh?

0 comments
Kebangun di waktu subuh sekitar jam3-4 bisa dibilang udah jadi kebiasaan gw. Biasanya karena gw pengen ke toilet dan biasanya lagi setelah itu gw ga bisa langsung tidur. Kalo ga bisa langsung tidur gitu, gw memilih untuk liat2 kira2 ada acara TV apa subuh gini.

Subuh ini gw terbangun jam 03.03. Setelah ke kamar mandi, gw ga tidur lagi. Gw memilih untuk nonton TV. Gw nonton Starworld dan saat itu lagi ada "Parenthood". Gw bukan fans dari serial ini, tapi ya karena ga ada acara lain yang menarik, gw memilih untuk nonton itu. Untungnya, apa yang diceritain di episode ini cukup menarik buat gw. Sebenernya sekitar jam setengah 4, gw udah ngantuk lagi, tapi gw inget kalo jam 4 nanti sepertinya ada "Ugly Betty". Gw suka nonton serial itu, tapi udah lama ga nonton karena kelupaan terus, dan kali ini gw ga mau kelewatan lagi. Akhirnya gw nonton Parenthood sampe abis terus lanjut nonton Ugly Betty. Gw suka nonton Ugly Betty bukan hanya karena ceritanya yang menarik, tapi juga salah satu karakternya yang bernama Matt, pacar Betty masuk kategori cowok cool di mata gw. Hahaha.

Episode hari ini sangat menarik menurut gw. Walaupun gw ga tau inti episode ini sampai gw nonton endingnya. Episode kali ini ternyata temanya "GoodBye". Ada 2 jenis goodbye yang diceritain. Pertama, Wilhemina, bos Betty yang gagal nikah karena ditinggal oleh pacarnya. Pacarnya dipenjara dan dia bohong sama Wilhemina dengan bilang lewat sipir penjara kalo pacarnya itu udah pindah penjara. Ini semua dilakukan sang pacar karena ia ga mau Wilhemina menderita kalo harus hidup sama dia di penjara. Ini semua bikin Wilhemina ngeraguin cinta pacarnya, padahal pacarnya ga bermaksud seperti itu.
Kedua, Betty yang harus ditinggal oleh Matt karena Matt mau pergi ke Afrika selama 6 bulan. Matt berniat pergi setelah baca blog Betty tentang aksi sosial seorang wanita yang pergi ke Afrika dan bantu orang-orang di sana. Dengan perkataan lain, Matt pergi karena Betty. Memang bukan maksud Betty untuk bikin Matt pergi, tapi Matt hanya terinspirasi oleh tulisan Betty. Awalnya, Betty merasa Matt tidak adil padanya, tapi Betty sadar kalo apa yang ia inginkan, tidak selamanya yang terbaik untuk Matt. Akhirnya, Betty merlakan Matt untuk ppergi ke Afrika.

Kenapa gw menulis tentang ini semua? Entahlah, gw sendiri ga tau pasti apa yang bikin gw nulis ini semua. Tapi saat gw melihat adegan perpisahan Betty dan Matt, gw menangis. reaksi yang spontan banget. Mungkin karena tema perpisahan yang ada di adegan itu gw rasa hampir cocok dengan keadaan gw. Memang sih, perpisahan yang gw rasain baru ketakutan gw aja, belum terjadi secara nyata, dan gw sangat tidak berharap itu terjadi nyata. Bulan ini, mr.blue terakhir bekerja di kampus. Dia akan melamar di salah satu LSM setelah kontrak kerjanya di kampus habis. Mungkin buat gw, ini menjadi ketakutan karena ketidakjelasan hubungan ini. Memang sih, gw atau dia belum pernah menyatakan secara langsung tentang perasaan kami, tapi yang pasti gw di sini berharap secepatnya kami saling bertemu dan membicarakan hal ini. Gw sendiri heran kenapa gw bisa seyakin ini dengan perasaan gw ini. Bisa dibilang gw sangat mengharapkan yang lebih dari hubungan yang sedang gw coba bangun ini. Dan kenyataannya, saat ini gw sedang menghitung detik-detik gw tidak bisa melihat dia lagi di kampus. Sedih membayangkannya, tapi semua temen gw bilang, kalo gw pasti akan bisa ketemu sama dia lagi. Dan gw terus menerus meyakinkan hal itu di dalam hati. Gw berusaha selalu menumbuhkan rasa ini, menjaga di dalam hati, menyimpan sampai nantinya kami bertemu dan saling berbicara mengenai hal ini. Gw berharap itu terjadi. Secepatnya.

9 November 2010

Update!

0 comments
Udah lama ga nulis blog, ga ada mood buat nulis dan ga ada ide juga. tapi rasanya kok blog gw sepi banget.. So, gw akan mencoba bercerita kesibukan gw akhir2 ini saja.. :)

1. Semester 5 tinggal sebulan lagi. Itu berarti sebentar lagi gw keluar dari semester penuh warna ini. Dan itu juga berarti sebulan ini gw akan sangat bekerja keras menghadapi banjir tugas, mulai dari KONTES, Pelatihan, Kesmen, dan lainnya. Semangaaattt!! :D

2. Mulai semester depan gw akan masuk peminatan. Gw sudah memantapkan diri untuk masuk PENDIDIKAN! Memang awalnya gw berniat masuk klinis, tapi di semester5 ini keinginan gw untuk masuk klinis mulai menurun drastis karena beberapa hal, dan justru keinginan gw untuk masuk pendidikan sangat meningkat. So, mulai tahun depan gw akan fokus sama dunia Psikologi Pendidikan.

3. Gw benci November. Bulan yang sangat sibuk! Dan yang paling bikin gw sedih adalah saat bulan november berakhir, kemungkinan gw untuk melihat langit biru akan menipis karena dia udah ga kerja lagi di kampus. :( Gw sedih dan takut kalo nantinya gw ga bisa ketemu dia lagi. Huhuhu.. Apa yang harus gw lakukan?

About me

My photo
Bogor, Indonesia
selamat menikmati tulisan-tulisan gw! Tips: istirahatkan sejenak kognitif kalian dan kalian akan dapat menikmati tulisan-tulisan di blog ini hanya dengan afektif kalian. Regards, ms. cloudy-sky. :)

Followers

Powered by Blogger.
 

cloudysky Design by Insight © 2009